Selasa, 13 September 2011

DEVELOPING SCHOOL-BASED CURRICULUM FOR JUNIOR HIGH SCHOOL MATHEMATICS IN INDONESIA


By: Dr. Marsigit, M.A.
Reviewed by: Lina Dwi Aris S
Untuk meningkatkan kecerdasan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum sebagaimana diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945, pemerintah Indonesia mengambil tindakan untuk menerapkan kurikulum baru  untuk pendidikan dasar  dan menengah yang dimulai pada tahun ajaran 2006/2007. Kurikulum baru yang diterapkan oleh pemerintah pada tahun akademik 2006/2007 adalah kurikulum berbasis sekolah. Munculnya kurikulum baru tersebut disebabkan oleh rendahnya prestasi belajar anak-anak dalam mata pelajaran matematika dan ilmu alam.
Upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam meningkatkan pendidikan matematika di Indonesia yaitu  melalui kolaborasi yang di lakukan oleh dosen dan guru di SMP yang tersebar di berbagai daerah. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengembangkan dan menguji coba beberapa model pembelajaran di sekolah. Para dosen dan guru bekerja bersama-sama untuk mengembangkan model pembelajaran  yang dibutuhkan di lapangan. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan kontribusi pada peningkatan pembelajaran matematika dan sains di sekolah, kegiatan tersebut dilakukan melalui kolaborasi anatara dosen dan guru dalam penelitian tindakan kelas.
Untuk mengembangkan kurikulum diperlukan kajian komprehensif yang jelas dan mendalam dari semua aspek yang terlibat. Adapun hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam proses pengembangan kurikulum di sekolah, yaitu:
1.      Pedoman dalam mengembangkan silabus.
2.      Pedoman kurikulum pelaksanaan.
3.      Adanya dokumen pendukung seperti handout, lembar kerja siswa.
4.      Adanya keterlibatan guru dalam pengembangan kurikulum.
5.      Sosialisasi dan diseminasi kurikulum yang dikembangkan.
6.      Pemantauan implementasi secara rutin.
Adanya kurikulum berbasis sekolah dapat dijadikan sebagai titik awal bagi guru matematika di Indonesia untuk mengubah paradigma lama dalam proses pembelajaran matematika. Proses pembelajaran matematika dapat dilakukan melalui beberapa model mengajar yang sesuai dengan situasi dan kebutuhan siswa. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam proses mengajar matematika yakni guru harus mengetahui karakteristik dari matematika itu sendiri dan karakteristik dari peserta didik. Karakteristik matematika yaitu matematika adalah mencari pola dan hubungan, matematika merupakan kegiatan kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi, dan penemuan, matematika merupakan cara untuk memecahkan masalah, dan matematika merupakan sarana berkomunikasi. Sedangkan karakteristik peserta didik yaitu siswa belajar ketika mereka termotivasi, siswa belajar melalui cara yang unik, siswa dapat belajar secara mandiri dan kolaborasi, siswa berusaha menemukan gagasan yang sama dalam konteks pemahaman yang berbeda-beda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar