Kamis, 29 September 2011

The Effort to Increase the Student’s Motivation in Mathematics Learning with Some Teaching Aids in Junior High School 5 Wates, Kulon Progo, Yogyakarta, Indonesia


By: Dr. Marsigit, M.A.
Reviewed by: Lina Dwi Aris S (09301241031, http://linadwiarissetiani.blogspot.com/)

Salah satu upaya guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika di Sekolah Menengah Pertama adalah dengan membuat proses belajar mengajar matematika menjadi lebih menyenangkan dan terikat dalam kehidupasn sehari-hari. Penelitian yang dilakukan di SMP 5 Wates, Kulon Progo Yogyakarta, Indonesia pada tahun akademik 2001/2002 adalah untuk  memilih dan menggunakan beberapa alat bantu pembelajaran yang dapat digunakan sebagai model pembelajaran matematika untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam belajar matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian menggunakan sejumlah alat bantu mengajar seperti papan yang dipaku,  tangan karet, kartu bermain, dan sebagainya yang digunakan sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran matematika dapat memberikan dampak posistif yakni siswa menjadi lebih aktif dalam proses belajar matematika. Hal tersebut terlihat pada sesi menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru terkait dengan materi yang diberikan. Sehubungan dengan hasil penelitian tersebut, peneliti menyarankan para guru matematika untuk menggunakan berbagai variasi metode belajar dalam proses belajar mengajar matematika di SMP dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam belajar matematika.

Keberhasilan proses pembelajaran matematika tidak jauh dari peran guru sebagai informator, komunikator, dan fasilitator. Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru bisa melalui intervensi melalui interaksi antara guru dan siswa terkait dengan prestasi belajar siswa. Sikap siswa di pengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Rata-rata siswa SMP berada pada usia diantara 12-15 tahun. Berdasarkan perkembangan kognitif dari teori belajar Peaget, usia ini memiliki operasi formal. Akuisisi pada tingkat ini muncul dari ide-ide untuk membandingkan, mendiskusikan dan membuat kesimpulan. Dalam hal ini, ada perubahan ke fungsi intelektual dari pemikiran kokret ke abstrak (Suardiman, 1986:36). Penggunaan alat bantu dalam mengajar dapat membantu proses abstraksi siswa. Sehubungan dengan hasil penelitian, peneliti menyarankan para guru matematika di SMP dalam proses belajar mengajar matematika untuk menggunakan metode yang bervariasi untuk memotivasi belajar siswa dan untuk menghilangkan rasa bosan siswa saat belajar matematika dengan menggunakan bantuan demonstrasi secara optimal untuk menjelaskan konsep, ide, definisi atau prosedur tertentu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar